TO TRAVEL IS TO LIVE

TO TRAVEL IS TO LIVE

Dusun Bambu Family Leisure Park #vespalovestory182



Dusun Bambu Family Leisure Park



  “ Kebahagiaan tidak ditentukan dari seberapa jauh rute Touringmu “

Mungkin itulah kalimat yang saya rasakan disaat akhir pekan kemarin, disaat teman ( Baca : Kang Ibing Piaggio alias Dado Si Awak Badag ), mengajak untuk berakhir pekan, ke Pantai Pangandaran.

“ Da aku mah apa atuh hanyalah seorang pegawai biasa yang liburnya cuma minggu”.

Pada akhirnya saya mengurungkan niat untuk ikut dikarenakan harus bekerja demi sebuah usaha bernama Kewajiban. Sempet sedih sih cuma apalah artinya perjalanan tanpa Vespa dan seorang istri yang ikut mendampingi heehehe...

Hanya berdua, akhirnya sebagai pelipur lara, saya dan istri sepakat untuk pergi ke Dusun Bambu Family Leisure Park yang berada di Jalan Kolonel Masturi. Sekedar share pengalaman aja , berikut saya kasih infonya ya gais...





Trengteng teng teng .... Suara knalpot vespa menggema di udara. Kami ikuti jalan tersebut terus sampai melewati Kampung Gajah, Kampung Daun, dan Vila Istana Bunga. Sepanjang jalan ada petunjuk kok jadi nggak perlu kuatir tersesat deh, da moal nyampe ka Arab hhhaha...




Lanjut ikuti jalan besar terus ke arah Universitas Advent. Setelah menemukan pertigaan depan Universitas Advent ambilah jalan lurus ke arah Curug Cimahi. Kalo ke kiri itu akan ke arah Cihanjuang Cimahi.




Nah dari Curug Cimahi sekitar 300 meter di sebelah kanan jalan ada jalan masuk dengan gapura bertuliskan “KOMANDO”, masuk ke jalan itu kemudian kurang lebih 500m sampai deh di gerbang masuk Dusun Bambu. Walaupun jalannya agak rusak tapi cukup besar sehingga bis pun bisa masuk.



Tah geuning sampe oge 
Tah Daftar Hargana

Sekedar info tambahan aja ya gais, apabila jalur ke arah Ledeng padat dan  biasanya kalau weekend dari pusat kota Bandung saja sudah macet, kalian boleh mencoba jalur alternatif via Cimahi. Terutama bagi yang stay di hotel-hotel daerah Bandung Selatan atau Barat akan jauh lebih cepat apabila Anda mengambil jalur alternatif untuk ke Dusun Bambu melalui Cimahi. Nggak sulit kok, hanya ada satu jalan untuk menuju Cimahi dari kota Bandung yaitu melalui Jalan Jendral Sudirman lurus terus mengikuti jalan ke arah barat. Anda akan tiba di alun-alun Kota Cimahi, nah sebelah alun-alun tersebut ada jalan. Nama jalannya adalah Kolonel Masturi yang tinggal lurus saja mengikuti jalan menanjak kurang lebih 11 km, Kalian akan tiba di Dusun Bambu.


Kembali ke Laptop !!!

Begitu tiba di area parkir, Anda akan melihat antrian yang cukup panjang. Waktu itu saya pikir apa itu antrian beli tiket masuk lagi, tapi tadi kan di depan gerbang masuk sudah bayar tiket masuk. Selidik punya selidik ternyata itu antrian untuk naik mobil pengantaran ke lokasi langsung ke Pasar Khatulistiwa. Jadi Dusun Bambu itu terbagi dengan area-area seperti : Kampung Layung, Saung Purbasari, Sampan Sangkuriang, Lutung Kasarung, Burangrang, Pasar Khatulistiwa, Camping Ground, Tegal Pangulinan, dan Balad Lodaya. Nanti saya cerita satu-satu ada apa saja sih di area-area tersebut.


Begini nih tampilan mobilnya : 

Nuju ngenekan bu ?????....hehehe

Bagi Anda yang malas mengantri ternyata ada jalan di pematang sawah yang berundak-undak yang bisa ditelusuri dengan berjalan kaki untuk menuju ke Pasar Khatulistiwa. Saya sarankan sih jalan kaki saja sambil melihat-lihat pemandangan sawah dan pondokan yang terbuat dari bambu. Hanya memakan waktu 10 menit yang tidak akan terasa lelah sama sekali karena dihibur dengan pemandangan yang luar biasa menyejukkan mata. kita bisa melihat hamparan sawah yang hijau, saung, kolam kecil dengan bebek di dalamnya, sambil diiringi musik kecapi dan suling yang dimainkan secara live.


Penampakan sesaat setalah pintu masuk
Dengan berjalan kaki, setelah area persawahan yang berundak-undak Anda akan melewati area Kampung Layung dan Lutung Kasarung kemudian tiba di Pasar Khatulistiwa sebagai pusat kegiatan dari tempat wisata ini. Area-area lain semua dapat diakses dari Pasar Khatulistiwa ini.


Iindiaan di Dusun Bambu Aca aca aca

Lutung Kasarung


 Ieu mah sanes Lutung nya 

Lokasi pertama yang kami datangi yaitu Lutung Kasarung. Area ini cukup unik. Ada kapsul-kapsul diselimuti akar-akar pohon yang kalau dilihat dari bawah itu seperti bergelantungan di pohon-pohon. Padahal setelah dilihat dengan lebih seksama, ada rangka dan struktur penyangganya. Fungsinya unik-unik : ada kapsul yang isinya wastafel untuk cuci tangan, ada kapsul yang isinya tempat duduk dan makan makan. Dari kapsul ke kapsul dihubungkan dengan jembatan-jembatan yang bagus banget kalau buat foto-foto. Akses menuju area Lutung Kasarung ini semua dari Pasar Khatulistiwa. Wajib dan wajib dikungjungi yah.


Pasar Khatulistiwa dan Cafe Burangrang


Asyiikk banyak makanan


Ngagaya heula ah saacan dahar

Pasar Khatulistiwa terletak di lantai 2 dari gedung yang bersatu dengan Restaurant Burangrang. Pasar ini menjual berbagai macam sayuran dan buah-buahan segar yang katanya beberapa diambil langsung dari gunung Burangrang. Ada juga suvenir dan makanan-makanan tradisional Sunda yang bisa Anda dapatkan di sana dan berbagai macam barang lainnya. Sekeliling Pasar Khatulistiwa banyak tempat duduk dan kuliner yang bisa dicicipi, saya bilang banyak itu betul-betul banyak jenisnya, dari Kue Ape, Mie Kocok, Soto Bandung, Lotek, Rujak, Surabi, dan banyak lagi yang nggak mungkin bisa dicicipi semuanya dalam satu hari hehehe. Di lantai 3 masih tersedia lebih banyak lagi tempat duduk bagi Anda yang mau berkuliner di sana. Nah cuman harganya cukup lumayan, yah namanya di tempat wisata, harganya pasti termasuk harga untuk menikmati pemandangan dan keindahan alam di sana berikut fasilitas-fasilitas yang tersedia.




Eh hampir lupa, semua transaksi di Pasar Khatulistiwa dan kuliner harus menggunakan voucher yang bisa ditukar di beberapa tempat di sekitar sana. Kabar baiknya kalau tidak habis terpakai bisa dipakai lagi kalo kita kesana . Jadi ga ada batas expirednya gais...

Kampung Layung





Pondok penginapan yang diberi nama Kampung Layung ini terletak di kaki gunung Burangrang. Pelayanan yang ramah menambah kesan nyaman bagi para wargi Bandung maupun pengunjung yang bermalam di pondok ini. Kampung Layung tidak hanya memanjakan jasmani para wargi Bandung, tetapi juga menenangkan pikiran dengan angin sepoi-sepoi di pagi hari.
 
Balad Lodaya






Area terbuka yang dinamakan Balad Lodaya ini tidak hanya area bermain, tetapi juga area untuk mengasah bakat dan kemampuan anak-anak. Mereka diajarkan bagaimana caranya bercocok tanam, mengenal produk-produk pertanian, dan juga bermain permainan tradisional khas Sunda.
Selain area bermain bagi anak serta tempat bersantai dan bersantap bersama orang tercinta, Dusun Bambu juga menawarkan wisata bersepeda dengan jalur sepanjang kebun teh Sukawana yang memberikan udara segar pegunugan Burangrang. Selain itu ada juga wisata Eagle Camp, Sampan Sangkuriang dan Tegal Pangulinan yang berhubung cuaca saat itu mendadak turun hujan, akhirnya belum kami  datangi semuanya.




Asa siga Jodha Akbar nya Wkwkwkwk


Akhir kata saya ambil kutipan dari buku karangan Entis Sutisna yang berbunyi 

Travel brings power and love back into your life
Travel mengembalikan kekuatan dan cinta dalam hidup.”